Nama Johan Bakayoko kembali jadi sorotan setelah resmi meninggalkan PSV Eindhoven dan bergabung dengan RB Leipzig pada bursa transfer musim panas 2025. Winger muda asal Belgia itu didatangkan dengan mahar sekitar €22 juta, sekaligus menjadi salah satu perekrutan penting Leipzig untuk menatap musim baru Bundesliga.
Menariknya, keputusan Bakayoko memilih Leipzig ternyata tidak hanya karena faktor teknis di lapangan, tetapi juga adanya peran penting dari Jürgen Klopp, sosok yang kini menjabat sebagai Head of Global Football di Red Bull. Dalam wawancara, Bakayoko mengaku obrolannya dengan Klopp sangat berpengaruh terhadap pilihannya.
Obrolan dengan Klopp Jadi Penentu
Bakayoko bercerita bahwa pertemuannya dengan Klopp tidak sekadar membahas transfer atau taktik semata. Klopp lebih banyak berbicara soal visi bermain dan bagaimana ia bisa berkembang sebagai individu dan pesepakbola.
“Dia tidak menekan saya untuk bergabung. Justru dia ingin tahu cara saya melihat sepak bola, cara saya berkembang. Dari situ saya merasa inilah proyek yang tepat,” ujar Bakayoko.
Kesan mendalam itulah yang membuat Bakayoko yakin Leipzig merupakan langkah terbaik dalam kariernya. Baginya, kebebasan untuk mengekspresikan diri di lapangan adalah hal terpenting, dan Leipzig memberinya janji tersebut.
Baca juga tentang :
Aturan Premier League Baru Musim 2025/2026: Batas 8 Detik Kiper hingga Protes Hanya untuk Kapten
Tinggalkan PSV dengan Kepala Tegak
Meski akhirnya memilih hengkang, Bakayoko menegaskan bahwa ia meninggalkan PSV dengan cara baik-baik. Klub Belanda itu sebenarnya enggan melepas pemain bintangnya, namun Bakayoko merasa sudah waktunya mengambil tantangan baru di level yang lebih tinggi.
“Saya tahu ini momen yang tepat. PSV akan selalu ada di hati saya, tapi Leipzig adalah proyek masa depan yang pas untuk saya,” kata pemain berusia 21 tahun tersebut.
Dukungan Rekan Setim & Hubungan dengan Xavi Simons
Di Leipzig, Bakayoko tak merasa sendirian. Ia sudah familiar dengan beberapa pemain Belgia seperti Loïs Openda, Arthur Vermeeren, dan Maarten Vandevoort. Bahkan ia kembali dipertemukan dengan Xavi Simons, mantan rekan setimnya di PSV musim 2022/23.
Simons sendiri tengah jadi bahan spekulasi dengan kabar ketertarikan Chelsea yang siap menggelontorkan €80 juta. Namun menurut Bakayoko, Simons tetap fokus penuh di Leipzig.
“Dia sangat profesional. Walaupun banyak rumor, dia tetap bekerja keras setiap hari. Saya tahu betul kualitasnya, dan dia tidak pernah terpengaruh dengan gosip transfer,” ungkap Bakayoko.
Tantangan Besar di Laga Perdana
Bakayoko akan langsung diuji pada debutnya bersama Leipzig di laga pembuka Bundesliga melawan Bayern Munich di Allianz Arena. Sebagai juara bertahan, Bayern jelas bukan lawan mudah, namun Bakayoko justru mengaku antusias.
“Ini laga besar, dan saya ingin tahu sejauh mana tim kami sudah siap. Bermain melawan salah satu klub terbaik Eropa di awal musim adalah ujian yang bagus,” tegasnya.
Baca juga tentang :
Marc Guiu Dipinjam ke Sunderland, Chelsea Lanjut Bersih
Masa Depan Cerah
Dengan kecepatan, dribel tajam, serta visi bermainnya, Johan Bakayoko diyakini bisa menjadi senjata baru Leipzig di sisi sayap. Selain itu, usianya yang masih sangat muda membuat banyak pihak percaya ia akan segera berkembang menjadi salah satu winger top Eropa.
Transfer ini bukan hanya kabar baik bagi Leipzig, tetapi juga bagi timnas Belgia yang sedang membangun generasi baru setelah era Kevin De Bruyne dan Eden Hazard. Jika terus konsisten, bukan tidak mungkin nama Johan Bakayoko akan menjadi pusat perhatian di Bundesliga dan kompetisi Eropa dalam waktu dekat.