Piala Dunia Diego Maradona: 1986 Terbaik, 1994 Paling buruk!

skorbolaindonesia

skorbolaindonesia – Nama Diego Armando Maradona mulai ditahbiskan selaku pesepak bola luar biasa di saat dia mampu raih gelar Piala Dunia 1986. Dalam kejuaraan itu, Maradona sanggup memperlihatkan sisi magisnya ke beberapa pencinta sepak bola di penjuru dunia.

 

Awalnya, Diego Maradona telah meninggal dunia pada tahun 2020 karena terserang penyakit serangan jantung. Aksi luar biasanya dianggap oleh dunia saat dia sanggup turut serta di dalam 10 gol Argentina semenjak penyisihan group sampai final (5 gol dan lima assist).

 

Dari sisi dia sukses mempersembahkan gelar Piala Dunia, Maradona raih gelar pribadi di kompetisi itu adalah menggondol gelar Pemain Terhebat. Maradona jadi kapten Argentina paling akhir yang mengusung piala Piala Dunia.

Sepanjang beraksi bersama La Albiceleste, Bekas bintang Napoli dan Barcelona itu keseluruhan telah mengepak 90 caps dan cetak 34 gol.

 

Diego Maradona pernah mengambil bagian dari lima edisi Piala Dunia. 4x sebagai pemain dan sekali sebagai pelatih. Seperti jalan hidupnya yang penuh warna, aksi Maradona di Piala Dunia juga menarik.

 

Saat umurnya belum genap 16 tahun, Diego Maradona telah jalani pertandingan kiprah professional di Argentinos Juniors.

 

Kurang dari 5 bulan sesudah debut professional, Maradona langsung diundang ke Tim nasional Argentina. Bukan, tim nasional barisan usia tetapi langsung ke tim nasional senior.

 

Maradona berkesempatan tampil perkuat Argentina garapan Luis Menotti di Piala Dunia 1978 yang berjalan di negaranya sendiri. Sayang, ia tidak berhasil masuk tim Argentina yang pada akhirnya jadi juara karena umurnya yang dipandang masih sangat muda.

Baca Juga:

Maradona selanjutnya mengamuk pada Piala Dunia umur muda tahun 1979 yang berjalan di Tokyo Jepang. Ia pimpin teman-teman menggapai titel juara selesai menaklukkan Uni Soviet di pertandingan final.

 

Lantas bagaimanakah narasi Diego Maradona di lima Piala Dunia yang sempat ia turuti mulai 1982 sampai 2010? Mari kita bahas satu demi satu hingga ia jadi legenda Piala Dunia.

 

Tindakan Diego Maradona bersama Tim nasional Argentina FIFA

Sesudah tidak berhasil tampil pada 1978, Menotti yang pada akhirnya panggil Maradona masuk ke dalam tim di Piala Dunia 1982 Spanyol. Tetapi debutnya di kompetisi ini berakhir pahit karena Argentina kalah 0 – 1 dari Belgia di pertandingan pertama.

 

Pada pertandingan ke – 2 Maradona langsung panas dan cetak 2 gol pada saat Argentina menang 4 – 1 atas Hungaria sampai pada akhirnya maju ke set seterusnya sesudah menaklukkan El Salvador.

 

Di set seterusnya, Argentina tidak berdaya karena kalah atas Italia dan Brasil dan cuma 2 gol yang diciptakan Maradona.

 

skor bola terbaru. Pada Piala Dunia 1986 yang berjalan di Meksiko, Argentina yang digeber Carlos Bilardo memercayai Maradona sebagai kapten team. Itu bukan jadi beban untuknya dan ban kapten yang melingkar pada lengannya membuat Maradona tampil serius di Meksiko.

 

Karena kegeniusan nya, Maradona mengantarkan Argentina menjadi juara group dan cetak 1 gol saat meredam seimbang 1-1 juara bertahan Italia. Di set mekanisme luruh, Maradona tampil menggila terutamanya saat perempat final menantang Inggris dengan 2 gol fantastisnya.

 

Maradona cetak gol tangan Tuhan dan 1 gol solo run pada saat memasukkan Inggris. Ia mengantar Argentina ke final sesudah menyumbangkan 2 gol nya kembali saat menantang Belgia di semi-final. Walau pada akhirnya mendapatkan pengamanan ketat dari beberapa pemain Jerman di pertandingan final, Maradona masih tetap membuat permainan Argentina hidup dan memenangkan Piala Dunia 1986.

 

Maradona dan Argentina jadi lawan bersama pada Piala Dunia 1990 yang berjalan di Italia karena mereka juara bertahan yang ditakutkan beberapa lawannya. Italia merupakan rumah ke-2 untuk Maradona karena bermain untuk Napoli dan merampas Scudetto 1989/1990.

 

Tetapi, beban menjaga titel juara sangat terasa berat ada di pundak Maradona karena beberapa partnernya telah menua. Argentina kalah di pertandingan pertama menantang Kamerun dan terseok-seok di sesi kualifikasi group walau pada akhirnya untung maju ke knockout karena jadi rangking ke – 3 paling baik.

 

Di set mekanisme luruh, Argentina dapat menaklukkan beberapa lawannya walau lewat pertandingan keras setiap laga sampai meluncur ke final sesudah menendang tuan rumah Italia di partai semi-final. Sayang Argentina tidak berhasil meredam serangan sakit hati Jerman pada pertandingan terakhir.

 

Argentina yang ada pada kesempatan ini digeber Alfio Basile masih tetap panggil Maradona ke Piala Dunia 1994 walau umurnya telah 34 tahun. Disamping itu, Maradona mangkir sepanjang 15 bulan dari sepak bola saat sebelum Piala Dunia karena kasus narkoba.

 

Walau sebenarnya waktu itu Team Tango mempunyai angkatan emas dengan timbulnya beberapa pemain muda berpotensi seperti Gabriel Batistuta, Diego Simeone, sampai Fernando Redondo. Sayang figur Maradona yang semestinya jadi pimpinan untuk angkatan penerus ini bubar ketika berada test obat terlarang.

 

Si legenda dipastikan positif sampai pada akhirnya dilarang tampil di pertandingan ke – 3 sesi kualifikasi group.

 

Argentina kembali lagi untung karena sukses ke set 16 besar karena jadi rangking ke – 3 paling baik. Tetapi cara mereka segera berhenti setelah roboh pada tangan Rumania.

 

Diego Maradona memberi perintah ke Lionel Messi pada saat menjabat sebagai pelatih Argentina. Maradona belum usai dengan Piala Dunia sesudah 1994. Ia kembali sebagai pelatih untuk pimpin Argentina di Piala Dunia 2010 yang berjalan di Afrika Selatan.

 

Maradona diharap raih keberhasilan karena mempunyai tim luar biasa terhitung ada pada Lionel Messi. Tetapi team bertabur bintang gagal di perempat final sesudah disingkirkannya oleh Jerman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version